Kamis, 24 Februari 2011

SKL DAN INDIKATOR UJIAN NASIONAL 2011

        SKL 1 Menjelaskan konsep-konsep keanekaragaman hayati, prinsip-prinsip klasifikasi, dan peranan serta manfaat sumber daya alam bagi kehidupan.
1.       Mendeskripsikan jenis-jenis keanekaragaman hayati (tingkat gen, sel, jenis, dan ekosistem).
2.       Mendeskripsikan klasifikasi organisme makhluk hidup.
3.       Mendeskripsikan peranan sumber daya alam (hewan/tumbuhan) bagi kehidupan.
·         SKL 2 Menjelaskan ciri-ciri Virus, kingdom Protista, Monera dan Fungi serta peranannya bagi kehidupan.
4. Mengidentifikasi Virus dan Protista.
5. Mendeskripsikan peran monera dan fungi bagi kehidupan.
·         SKL. 3 Menjelaskan ciri-ciri Plantae dan Animalia serta peranannya bagi kehidupan.
6. Mengidentifikasi daur hidup tumbuhan lumut dan tumbuhan paku.
7. Mendeskripsikan cara perkembangbiakan pada tumbuhan berbiji.
8. Mendeskripsikan daur hidup Invertebrata.
9. Mengidentifikasi ciri-ciri hewan vertebrata.
·         SKL. 4 Menjelaskan hubungan antara komponen ekosistem, aliran energi dan daur biogeokimia serta mengkaitkannya dengan keseimbangan lingkungan dan pelestariannya.
10. Mendeskripsikan komponen ekosistem dan perannya bagi kehidupan di sekitarnya.
11. Mendeskripsikan proses yang terjadi pada daur biogeokimia.
12. Mendeskripsikan konsep keseimbangan lingkungan dan pelestariannya.
·         SKL 5. Menjelaskan struktur dan fungsi sel serta mengkaitkannya dengan struktur jaringan dan fungsi pada sistem organ tumbuhan, hewan, dan manusia.
13. Mendeskripsikan struktur sel dan proses yang terjadi pada sel tersebut.
14. Mengidentifikasi organel sel tumbuhan/hewan beserta fungsinya.
15. Mengidentifikasi organ pada tumbuhan beserta fungsinya.
·         SKL. 6 Menjelaskan struktur dan fungsi sistem organ pada hewan dan manusia serta kelainan/penyakit yang mungkin terjadi.
16. Mendeskripsikan sistem gerak otot dan tulang pada manusia.
17. Mendeskripsikan sistem peredaran darah manusia serta gangguannya.
18. Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia serta gangguannya.
19. Mendeskripsikan sistem pernafasan pada manusia serta gangguannya.
20. Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia serta gangguannya.
21. Mendeskripsikan sistem regulasi pada manusia dan identifikasi gangguannya.
22. Mendeskripsikan sistem reproduksi pada manusia dan identifikasi gangguannya.
·         SKL. 7 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tumbuhan.
23. Menentukan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
·         SKL. 8 Menjelaskan proses metabolisme pada rantai karbohidrat dan kemosintesis, mengkaitkan proses tersebut dengan metabolisme lemak dan protein, dan memahami teknologi yang berkaitan dengan metabolisme.
24. Mendeskripsikan jenis-jenis enzim, cara kerja, dan fungsinya dalam metabolisme tubuh.
25. Mendeskripsikan proses respirasi sel (proses katabolisme karbohidrat dan pembentukan energi).
26. Mendeskripsikan peristiwa fotosintesis pada tumbuhan beserta tahap-tahapnya.
27. Mendeskripsikan proses respirasi anaerob beserta contohnya.
·         SKL. 9 Menjelaskan konsep dasar hereditas, reproduksi sel dan mutasi.
28. Mendeskripsikan susunan nukleotida (DNA, RNA dan kromosom) yang merupakan konsep dasar hereditas.
29. Menjabarkan tahapan sintesis protein.
30. Mendeskripsikan tahap-tahap pembelahan mitosis dan meiosis pada tumbuhan dan hewan.
31. Mendeskripsikan hasil persilangan monohibrida dan dihibrida.
32. Mendeskripsikan hasil persilangan pada penyimpangan semu hukum Mendel.
33. Menginterpretasi pola hereditas pada manusia.
34. Mendeskripsikan peristiwa mutasi beserta contoh-contohnya.
·         SKL. 10 Menjelaskan prinsip teori evolusi dan implikasinya pada perkembangan sains.
35. Mendeskripsikan prinsip teori asal-usul kehidupan dan pembuktiannya.
36. Mendeskripsikan fakta-fakta yang mendukung teori evolusi.
37. Menjabarkan fenomena evolusi dan hubungannya dengan kesetimbangan populasi.
·         SKL 11 Menjelaskan prinsip, peran dan implikasi Bioteknologi pada masyarakat dan lingkungan.
38. Mengidentifikasi contoh bioteknologi konvensional dan modern.
39. Mendeskripsikan peran bioteknologi.
40. Menjelaskan dampak bioteknologi bagi masyarakat dan lingkungan.

Kamis, 25 November 2010

HARI GURU.... OOH,.... INIKAH?

Upacara "Hari Guru" pagi itu (25 Nopember 2010)terasa lebih hikmat dari upacara-upacara rutin yang selama ini dilaksanakan di SMAN 1 Gondang Mojokerto tempat aku mengabdi sebagai guru Republik Indonesia tercinta sejak 24 tahun lebih yang lalu.
Upacara baru saja usai dan seperti biasa aku sejenak melepas lelah dengan ngobrol santai bersama guru lain di beranda sekolah, Belum lama kami bebincang-bincang tiba tiba sekelompok siswa menghampiriku seraya menyodorkan tanganya satu per satu secara bergantian untuk bersalaman. Beberapa detik kemudian aku baru sadar bahwa mereka adalah pengurus OSIS yang dengan tulus dan ikhlas mengucapkan selamat "Hari Guru": Selamat pak!.......Selamat pak!,.........selamat pak...........
....dan tak banyak kata kata yang kuucapkan selain:...terima kasih...terima kasih.... yg sebenarnya dalam hati aku sambil berdo'a semoga murid muridku kelak akan menjadi orang yang lebih baik dari yang aku capai saat ini,....
Dengan tangan sedikit gemetar aku mencoba untuk menunjukkan wajah kebahagiaan karena aku tak ingin murid muridku tahu bahwa sebenarnya ada sejuta beban dan tanggung jawab moral dan intelektual yang tidak setimpal dengan hak yang aku dapatkan.
Namun demikian hari itu aku benar benar bahagia sekaligus haru dan bangga karena aku hari itu mendapat pengakuan dari murid muridku walaupun aku harus menunggu setelah aku mengabdi selama hampir 25 tahun,....
Terimakasih anakku, muridku,.... semoga tercapai semua yang kalian cita-citakan,. Amin

Rabu, 17 November 2010

XI - IPA2 SSN

JUDUL :
Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan.
TABEL HASIL PENGAMATAN
NO.
NAMA
UMUR
BERAT BADAN
(KG)
JENIS KELAMIN
(L/P)
POSISI DUDUK
POSISI BERDIRI
SETELAH BERLARI
FREKUENSI PERNAPASAN
(/MENIT)
FREKUENSI PERNAPASAN
FREKUENSI PERNAPASAN
1.
ALDI
17
53
L
17
20
35
2.
DANANG
17
69
L
16
14
30
3.
RIZAL
16
55
L
19
19
30
4.
SAFIUL
15
55
L
20
15
39
5.
WICAKSONO
17
60
L
15
14
52
6.
SYIFA
16
57
P
40
44
118
7.
YENNI
17
50
P
35
29
53
8.
VINA
17
48
P
30
32
50
9.
VINDY
16
49
P
32
28
77
10.
YANTI
16
60
P
25
24
58

NAMA KELOMPOK :

v   MUHAMMAD ALDI /11
v   M. DANANG PP /12
v   RIZAL DWI SAPUTRA /18

v   WICAKSONO A. P /31


JUDUL
UJI ENZIM PTIALIN
Tujuan
Mengetahui fungsi enzim ptialin dalam sistem pencernaan
Alat dan bahan
1.)      Tabung reaksi 5 buah
2.)      Pipet tetes 6 buah
3.)      Pembakar spirtus
4.)      Larutan kalium iodium (Kl)
5.)      Larutan asam (HCl lemah)
6.)      Larutan basa (KOH)
7.)      Air liur
8.)      Larutan kanji (dari tepung terigu atau beras)
Cara Kerja
1.        Buatlah larutan kanji dengan cara melarutkan 1 gram tepung terigu atau beras dalam 100 ml air panas. Kemudian, dinginkan larutan tersebut sampai 35 - 37° C
2.        Tampunglah air liur di dalam tabung reaksi, dan jaga suhunya tetap stabil
3.        Masukkan larutan kanji ke dalam 5 tabung reaksi masing-masing 5 ml, berilah tabung reaksi dengan label  A, B, C, D, E.
4.        Masukkan ke dalam masing-masing tabung :
A : 1 ml Kl
B:  1 ml Kl + 1 ml air liur + 1 tetes KOH
C : 1 ml Kl + 1 ml air liur + 1 tetes HCl
D: 1 ml Kl + 1 ml air liur
E : 1 ml Kl + 1 ml air liur dan di panaskan
5.        Setelah penambahan zat, kocok secara pelan tabung reaksi.
Amati apa yang terjadi (larutan kanji + Kl terbentuk warna biru kehitaman)
Pertanyaan
1.)      Perubahan warna larutan biru menjadi bening terjadi pada tabung reaksi mana ? mengapa hal ini terjadi ? apakah penyebabnya ? jelaskan !
2.)      Tidak adanya perubahan warna disebabkan karena apa ? Jelaskan !
3.)      Dari hasil percobaan, jelaskan faktor yang mempengaruhi kerja enzim tersebut ?
4.)      Tuliskan enzim yang terlibat dalam sistem pencernaan dan fungsinya ?
5.)      Mengapa kalau kamu membau aroma masakn air liurmu keluar ? Jelaskan
6.)      Apa yang dapat disimpulkan ? diskusikan dengan kelompok lain.

Jawaban
A : menggumpal
B : menggumpal dan kekuningan
C : menjadi kebiruan
D : encer dan kekuningan
E : bening

1.        Tabung E. Kanji memiliki kandungan amilum yang paling tinggi, larutan kanji tersebut berubah menjadi biru karena ditetesi oleh KI, hal ini karena Hal itu disebabkan jika makanan yang diberi ludah akan membuat warnanya berbeda karena enzim amilosa yang berada dalam air ludah bekerja sehingga warnanya berbeda. Dan menjadi bening karena pada tabung tersebut dipanaskan
2.        Tidak adanya peruahan warna di karenakan, bergantung pada  enzim ptyalin/ amylase yang di dalam air ludah yang bereaksi.
3.        Suhu
Derajat Keasaman (pH)
Konsentrasi Substrat
Konsentrasi Enzim itu sendiri
Kadar AirPengaruh
Zat Penggiat dan Zat Penghambat
4.        1.Enzim Ptialin
Enzim pencernaan manusia ini berada di dalam rongga mulut, tepatnya di kelenjar ludah. Enzim ptialin dihasilkan oleh glandula parotis yang juga berada di sekitar kelenjar ludah. Enzim ptialin memiliki fungsi mengubah amilum atau zat tepung menjadi glukosa sebagai bahan dasar energi manusia.
2. Enzim Pepsin
Enzim pepsin berada di dalam lambung (ventrikulus) manusia. Enzim pepsin memiliki fungsi merubah protein yang diserap tubuh menjadi pepton.
3.Enzim Renin
Sama seperti enzim peptin, enzim renin juga berada di dalam lambung. Enzim renin memiliki fungsi untuk mengendapkan kasein yang ada di dalam susu.
      4. Enzim Lipase
Enzim lipase juga dihasilkan melalui dinding lambung yang bersifat sangat asam. Enzim ini dikeluarkan bersama dengan pepsin dan renin. Enzim pencernaan manusia ini berfungsi dalam proses katabolisme, yaitu memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
·         Enzim Amilase
Enzim ini dihasilkan oleh getah pankreas, bersama dengan enzim lipase dan tripsin.            Enzim amilase memiliki kemampuan untuk mempercepat reaksi perubahan amilum menjadi maltosa.
·         Enzim Tripsin
Enzim tripsin dapat mengubah pepton menjadi senyawa dipeptida, yang lebih mudah diserap tubuh dan dicerna.
Enzim Sakrase
Berperan dalam mengubah atau menguraikan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Enzim sakrase dikeluarkan melalui getah usus halus manusia.
  • Enzim Maltase
Memasuki usus halus, yang kondisinya sangat berbeda dengan lambung membuat sifat enzim yang berada di dalamnya juga tidak sama. Enzim maltase mempunyai kemampuan mengubah maltosa menjadi glukosa, sehingga lebih mudah direaksikan secara kimiawi oleh tubuh untuk diserap sebagai sumber energi.
  • Enzim Isomaltase
Selain maltase, adapula enzim isomaltase, yang juga dihasilkan melalui getah usus. Enzim isomaltase mempunyai kelebihan khusus, yaitu mengubah zat maltosa menjadi komaltosa yang susunannya lebih sederhana.
  • Enzim Laktase
Enzim mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Kedua zat yang dihasilkan tersebut, struktur kimianya lebih simpel dan lebih mudah diterima sebagai nutrisi tubuh manusia.
  • Enzim Peptidase
Dikeluarkan bersama getah usus halus (intestinum), peptidase mampu menguraikan ikatan peptida yang cukup kokoh menjadi asam amino (protein).


  • Enzim Ribonuklease
Berperan dalam proses replikasi DNA. Enzim ribonuklease dapat menghidrolisis RNA. Enzim ribonukease juga dapat memisahkan ikatan fosfat yang saling menghubungkan nukleotida.
5.     H

6.     Jadi kelompok kami menyimpulkan bahwa suhu, derajat keasaman, dan konsentrasi enzim tersebut sangat mempengaruhi kerja enzim pada sistem pencernaan kita.

maharani lelasari
maylan tri i.
syifa ratnani f.j
savita nurmala l.
vidiana arifah
yenni agustin
silfia fajar a.




Nama kelompok:  Adelia elok savitri
                                                    Diah hardiyanti
                                                    Erika ayu a
                                                    Lutfi cahati
                                                    Nurul hafidlotus
                                                    Siti nur laily

Judul
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Pernapasan
Tujuan
Mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan seseorang.
Alat dan Bahan
1.        Siswa
2.        Alat tulis
3.        Stopwatch atau alroji
Cara Kerja
1.        Menentukan siswa yang akan melakukan kegiatan ini dengan ketentuan adanya perbedaan umur, jenis kelamin, dan berat badan.
2.        Masing-masing siswa sebelum melakukan aktivitas catat umur, jenis kelamin, berat badan, dan suhu tubuh.
3.        Siswa disuruh dalam posisi duduk, catat frekuensi pernapasan.
4.        Setelah itu siswa tersebut disuruh berdiri. Catat kembali frekuensi pernapasan.
5.        Kemudian, siswa tersebut diminta berlari-lari selama +5 menit. Catat suhu tubuh, dan frekuensi pernapasannya permenit pada table 7.1.

TABEL HASIL PENGAMATAN
NO.
NAMA
UMUR
BRT BADAN
(KG)
 L/P)
POSISI DUDUK
POSISI BERDIRI
STLH BERLARI
FREK PERNAPASAN
(/MENIT)
FREK PERNAPASAN
FREKUENSI PERNAPASAN
1.
ADELIA
17
50
P
24
25
47
2.
DIAH
16
40
P
30
35
50
3.
ERIKA
16
39
P
27
30
50
4.
LUTFI
16
43
P
31
35
57
5.
NURUL
17
47
P
30
28
45
6.
SITI
18
35
P
35
39
60
7.
ALDI
17
53
L
17
20
35
8.
DANANG
17
69
L
16
14
30
9.
RIZAL
16
55
L
19
19
30
10.
SAFIUL
15
55
L
20
15
39


















Pertanyaan
1.         Dari hasil kegiatan, adakah perbedaan jumlah frekuensi pernapasan dari siswa satu dengan yang lain?
2.        Setelah melakukan aktivitas, siapakah yang frekuensi pernapasannya paling banyak dan paling sedikit?
3.        Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pernafasan!
Apa yang dapat disimpulkan. Diskusikan hasilnya dengan kelompok lain.

Jawaban
1.        Ada
2.        Yang paling banyak : siti
Yang paling sedikit : adelia
3.        Faktor yang mempengaruhi :
-           Suhu tubuh
-           Umur
-           Berat badan
-           Jenis kelamin
-           Aktivitas

Kesimpulan
                        Bahwa frekuensi penafasan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor suhu tubuh, jenis kelamin, umur, berat badan dan aktivitas.